Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Bapak-bapak Bertopi...

Kisah hari ini tentang bapak-bapak bertopi yang ketemu aku berkali-kali,, Satu... Bapak-bapak bertopi itu menahanku yang sedang berjalan keluar tak jauh dari rumah di daerah Dago, "neng, mau tanya kalau jalan ke Cimahi itu kemana ya?" "Ya, jauh, Pak, lumayan." jawabku. "Oh, gitu, saya mau mau pulang, neng, kebetulan uang saya cuma tinggal 1000, bisa minta tolong tambahin untuk angkot?" pintanya memelas. Dengan rasa iba akhirnya aku berikan uang untuk ongkosnya... Dua... Bapak-bapak bertopi itu menahanku yang sedang berjalan keluar tak jauh dari rumah, "neng, mau tanya kalau jalan ke Lembang itu kemana ya?" aku tunjukan arahnya, "masih ke atas lagi, Pak..." "Masih jauh engga?" tanyanya lagi. "Lumayan, Pak..." "Oh, gitu, saya mau ke Lembang, neng, kebetulan uang saya cuma tinggal 1000, bisa minta tolong tambahin untuk angkot?" pintanya memelas. Dengan rasa iba akhirnya aku berikan uang untuk ongkosnya... set...

PKM-Start to Write

Bosan dengan kegiatan di kampus? Ini salah satu solusinya untuk kawan-kawan yang senang dengan kegiatan tulis menulis. Di luar sana sebetulnya banyak kegiatan yang bisa kawan-kawan ikuti untuk mengisi waktu luang, dan salah satunya adalah Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ( DIKTI ), Departemen Pendidikan nasional. Kegiatan ini sangat menarik, karena kawan-kawan pada dasarnya hanya tinggal memiliki niat dan kemauan untuk memulai, dan bagi kawan-kawan yang proposalnya lolos tentu saja akan dibiayai untuk melanjutkan kegiatan sesuai dengan yang diajukan. Jadi, apa salahnya untuk mencoba? Beberapa bidang PKM yang bisa kawan-kawan mahasiswa ikuti diantaranya: 1. PKM Penelitian (PKM-P); 2. PKM Penerapan Teknologi (PKM-T); 3. PKM Kewirausahaan (PKM-K); 4. PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M); 5. PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI); dan 6. PKM Gagasan Tertulis (P...

SKRIPSI OH MY GOD!!!

Skripsi terdengar mudah, tapi pada perjalanannya ternyata menjadi hal yang susah-susah gampang. Masalah... masalah... masalah... 1. Belum ada judul Kata orang-orang judul itu banyak, ngeliat yang lain udah pada dapet judul bahkan ada yang dapet lebih dari 5 judul yang tinggal diajuin, coba deh ngobrol-ngobrol sama temen, browsing, lihat di kampus lain, bukan untuk nyontek ya, tapi untuk nyari inspirasi, siapa tahu kita dapet judul yang klop. 2. Takut ngajuin judul Judul udah dapet, tapi belum siap mental, akhirnya membuat kita setengah hati, ragu, takut buat ngajuin judul, takut ditolak, takut mentok, takut ngga dikasih solusi, takut dikasih dosen pembimbing yang ngga sesuai harapan, takut ini, takut itu dan takut-takut sebagainya. Padahal kalau kita pikir-pikir lagi, lebih cepat lebih baik, lebih cepat kita tahu kalau judul kita ditolak, lebih cepat juga kita cari judul pengganti, dari pada diem terus tanpa hasil, ya kan??? 3. Malezzzzz Penyakit ini bisa hinggap pada siapa sa...

Penipuan (Story III-Kisah Penjual Sepatu)

Aku jalan-jalan ke tempat perbelanjaan yang banyak menjual tas dan sepatu. Wah, ada sepatu lucu yang cocok, ada dua warna, cokelat dan putih. Kakiku yang gede ini mencari nomor 40 karena nomor 39 sangat pas-pas-an, mmh, warna cokelat tampak lebih cocok di kaki. Aku pun meminta si tukang jualan untuk mengambilkan nomor 40, dia menyuruh temannya untuk membawakn nomor 40. Anehnya, sepasang sepatu bernomor 39 itu dibawa dua-duanya, dan kemudian kembali dengan membawakan sepatu nomor 40 (ceritanya), semakin janggal, label nomor tampak mengelupas dan sepertinya bukan sepatu nomor 40 yang dia bawa, tetapi sepatu nomor 39 yang labelnya diganti dengan nomor 40. Betul saja, karena tidak ada perubahan ukuran sepatu tersebut waktu aku coba kembali, sepatunya masih sempit. Waktu aku complain malah langsung diusir, mungkin takut ketahuan pelanggan lain kalau dia lagi nipu. Hati-hatilah terhadap gerak-gerik pedagang yang mencurigakan seperti itu, soalnya aku pernah tertipu satu kali, makanya sekarang...

Penipuan (Story II-Minta Pulsa)

Ini cerita simple yang menggelitik, di suatu pagi yang cerah, handphone mama berbunyi, satu buah sms pun diterima, ketika dibuka pesan itu dikirim oleh nomor yang tidak dikenal dan berisi: “nak, tolong isikan pulsa mama yang 20 ribu, ke nomor baru mama, ini nomornya XXXXXXXXXX pulsa mama habis.” Mama yang baca pun langsung ketawa sendiri, orang mamanya mama kan sudah tua dan tidak pegang handphone, ckckckckck, salah sasaran!! Hati-hati, hal ini juga kadang terjadi lewat telfon langsung.

Penipuan (Story I-Surat Aneh)

Pintu rumah dibuka, Pak De’ membawa sebuah amplop cokelat kecil di tangannya yang kemudian beliau berikan kepada ku. Rupanya di dalam amplop itu terdapat 2 buah surat penting, diantaranya SIUP dan surat tanah, serta satu buah cek dengan nominal 2,7 Milyar Rupiah. Tanpa mengecek lebih lanjut keaslian surat-surat itu nomor yang tertera pun aku hubungi, ada dua buah nomor di sana, nomor handphone dan nomor telfon kantor (tulisannya), namun lebih lanjut aku hanya berhubungan dengan nomor ponselnya, bukan nomor kantor melalui SMS. Seperti sungguhan, aku mendapat balasan SMS yang isinya meminta saya untuk menyebutkan nomor surat tersebut, katanya untuk meminta kepastian bahwa surat tersebut adalah milik mereka, tak lama kemudian aku pun mendapatkan balasan yang isinya adalah benar surat itu adalah milik mereka dan memintaku untuk mengantarkan surat itu ke alamat yang tertera di SIUP (daerah Surabaya) dengan janji bahwa ia akan memberikan imbalan sebesar 80 juta rupiah dan akan memberikan on...

Emansipasi???

Emansipasi dan tanda tanya, berkali-kali aku mendengar kata itu, lalu tiba-tiba kudengar tugas laki-laki pada akhirnya sama dengan tugas perempuan, perempuan bisa kerjakan apa-apa tugas laki-laki kayak angkat bangku, angkat meja, betulin atap rumah yang bocor, (keren banget). Ya, bisa-bisa aja, itu kalau enggak ada laki-laki di situ. Sayangnya, tuh laki-laki yang ada malah melongo aja ngeliatin, bukannya ngebantuin, katanya sih itu yang namanya emansipasi. Emansipasi salah kaprah!!! Ketika ada kata emansipasi, maksudnya itu adalah persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan, keduanya sama tinggi, tidak ada yang lebih rendah satu sama lain. Sama seperti halnya ada perkataan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, apa tulang rusuk laki-laki jadi kurang satu? (ya enggaklah), di situ kenapa perempuan diibaratkan diciptakan dari tulang rusuk, supaya berdampingan, bukan dari tulang kaki yang letaknya dibawah lantas bisa diinjak-injak, atau letaknya di kepala sampai bisa ...