Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Mempergunakan Gaji (dengan bijak)

Hai Dear, lama ga nulis di blog, kali ini mau sharing tentang cara mempergunakan gaji biar gaji yang sudah kita dapet setiap bulan itu ga “terbuang” sia-sia. Sebenernya sering banget baca buku tentang keuangan-keuangan gitu, atau buku tentang investasi, ya, investasi praktek di skala kecil lha karena kalau investasi skala besar yang kayak pengusaha-pengusaha gedean gitu si sayah belum mampu apalagi dengan status orang gajian yang pendapatan tiap bulannya segitu-segitu aja atau malah bisa nambah dan bisa berkurang tergantung kebijakan kantor ngasih bonus.  Untuk tulisan kali ini ga bermaksud menasihati cuma bermaksud ngajak praktek bersama, hehehe, karena liat orang-orang terdekat juga ternyata dengan penghasilan yang sama atau lebih gede tapi ketika dipergunakan dengan kurang baik jadinya habis entah kemana alias hanya digunakan untuk barang-barang konsumtif.  Ya, jujur aja sih sebagai wanita (cieee… cieee… bahasanya) pasti seneng banget yang namanya belanja, atau awalny...

Punten, Geser Sakedik...

Kota Bandung mulai kehilangan keasriannya di pagi hari, polusi udara mulai menusuk hidung karena kendaraan yang mulai pabeulit, ada banyak motor, mobil pribadi, mobil angkot, sepeda dan becak, tak kalah juga terlihat anak-anak berseragam sekolah berlalu-lalang menyebrang ke sana ke mari, ditambah juga suara peluit yang ditiup polisi lalu lintas mencoba menertibkan angkot yang tiba-tiba menyalip, berhenti, menurunkan atau menaikkan penumpang di mana saja, berebut dan berlomba mencari setoran yang konon katanya dulu para penumpang yang berlomba-lomba mencari angkot supaya cepat sampai tujuan, tapi sekarang, para supir angkot yang sibuk mencari penumpang, “seueur anu nyicil motor ayeuna mah...” begitulah yang diungkapkan oleh seorang supir angkot sambil celingak-celinguk mencari penumpang. Di pagi itu agak berbeda, angkot bermuatan 12 orang di bagian belakang telah terisi dengan 10 orang penumpang, tetap masih berusaha mencari keuntungan, angkot kalapa-dago itu berhenti tepat di depan 2 o...

Waktu Tidak Akan Pernah Kembali

Tidak boleh ada kata menyesal, karena masih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kesempatan memang tidak akan datang dua kali, pertimbangkan kesempatan-kesempatan itu memang berguna atau tidak untuk ke depannya. Ketika kesempatan yang ditawarkan kepada kita berguna, maka ambillah meskipun beresiko. Sulit menghilangkan ketakutan, tapi penyesalan itu bisa jadi malah lebih besar dibanding ketakutan itu sendiri.

EMOSI DALAM DEMONSTRASI

Pergerakan mahasiswa masih terus berlanjut dan sepertinya tak akan pernah berhenti hingga seluruh tuntutan yang berpihak kepada rakyat terpenuhi. Tidak semua bersikap apatis terhadap demonstrasi yang sering dilakukan mahasiswa, masih ada pedagang dan kalangan lain yang respect dengan demonstrasi memberikan semangat dan doa kepada para mahasiswa yang hendak berdemonstrasi. Patut disayangkan, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa akhir-akhir ini banyak yang diwarnai dengan bentrokan dan kericuhan, demonstrasi pada akhirnya tak jauh berbeda dengan tawuran. Aspirasi yang menyuarakan hati rakyat tidak tersampaikan, malah fasilitas publik yang akhirnya rusak, bisa jadi hal tersebut menjadi pemicu ketidaksukaan masyarakat terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Miris rasanya melihat berita di televisi, yang rusak (entah dirusakan) tak hanya pagar atau tiang listrik, tapi mobil ambulance dan mungkin juga ada barang-barang lain. Betapa tidak, mengingat kondisi negara yang begitu ter...

PENCURIAN DI DALAM ANGKUTAN UMUM MASIH BANYAK TERJADI

Pencurian di dalam angkutan umum masih banyak terjadi, hati-hati kalau tiba-tiba ada orang mencurigakan yang berperilaku tidak wajar. Bandung, Kamis (18-03-2010), tiga orang penumpang mencurigakan menaiki sebuah angkutan umum secara tidak bersamaan, pertama-tama satu orang masuk dengan pakaian kaos oblong biasa dan menggunakan sandal jepit, orang ini kemudian duduk di bangku dekat si “incaran”, kenapa terasa janggal? Masih banyak bangku yang kosong, tapi dia malah sengaja duduk di tempat yang jelas-jelas posisi penumpangnya banyak, pura-pura tanya “jam berapa?” sambil memastikan incaran yang akan diambilnya. Beberapa meter kemudian dua orang penumpang masuk dengan pakaian kemeja rapi dan membawa tas punggung cukup besar, mereka duduk di bangku yang lain. Biasa mendengar dari orang-orang, pencurian di dalam angkutan umum terjadi dengan cara “pura-pura muntah”, kali ini yang terjadi penumpang itu pura-pura keram, kakinya diangkat dan pura-pura kejang, satu penumpang lainnya memijati kaki...