Langsung ke konten utama

Postingan

Emansipasi???

Emansipasi dan tanda tanya, berkali-kali aku mendengar kata itu, lalu tiba-tiba kudengar tugas laki-laki pada akhirnya sama dengan tugas perempuan, perempuan bisa kerjakan apa-apa tugas laki-laki kayak angkat bangku, angkat meja, betulin atap rumah yang bocor, (keren banget). Ya, bisa-bisa aja, itu kalau enggak ada laki-laki di situ. Sayangnya, tuh laki-laki yang ada malah melongo aja ngeliatin, bukannya ngebantuin, katanya sih itu yang namanya emansipasi. Emansipasi salah kaprah!!! Ketika ada kata emansipasi, maksudnya itu adalah persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan, keduanya sama tinggi, tidak ada yang lebih rendah satu sama lain. Sama seperti halnya ada perkataan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, apa tulang rusuk laki-laki jadi kurang satu? (ya enggaklah), di situ kenapa perempuan diibaratkan diciptakan dari tulang rusuk, supaya berdampingan, bukan dari tulang kaki yang letaknya dibawah lantas bisa diinjak-injak, atau letaknya di kepala sampai bisa ...

Faithful

Dialah nenekku yang pada akhirnya telah berhasil membesarkan anak-anaknya seorang diri, kakek sudah meninggal saat ibuku masih muda dan bahkan belum menikah. Ya, aku hanya bisa melihat beliau dari selembar foto yang selalu nenek tunjukkan saat aku berkunjung ke rumahnya. Wanita itu luar biasa, sejak aku dilihatnya cukup umur untuk pacaran, beliau tak pernah mengajarkanku untuk mengejar materi, satu hal yang selalu beliau ajarkan adalah kesetiaan orang yang dicintai, kesabaran untuk menghadapi seseorang dan “dampingi ke mana suami pergi”, katanya, (so sweet ). Sejak suaminya meninggal (kakekku), nenek ngga pernah menikah lagi, kakeklah orang yang terakhir beliau cintai. Sesekali aku pernah berpikir, masih ada ngga ya orang yang kayak gitu? Karena seringkali yang kusaksikan, jangankan untuk menjaga, pernikahan yang ada pun berakhir dengan perceraian. Satu pasang lagi, suami-istri, (almarhum/ah) adik dari nenek dan kakekku, masih kusebut juga kakek dan nenek, atau kalau orang Sunda biasa ...

Kerja Keras dan Tanggung Jawab

Siapa mereka? Tentu saja orang tuaku... Kurasakan peluh benar-benar terasa membasahi tubuhku ketika aku merasakan arti bekerja, rasa tanggung jawab karena dibayar, beda halnya dengan sekolah atau kuliah (kita yang bayar), lalu, berarti selama ini, inilah yang orang tuaku alami saat membesarkanku, lelah luar biasa yang tidak dirasa. Kewajiban tetaplah kewajiban, apa yang menjadi tanggungan harus dijaga dengan sebaik-baiknya, susah payah pun, kehidupan harus tetap berjalan, bukan??? Sesuatu yang kita inginkan, tidak akan dapat kita capai dengan berdiam diri, begitu kata mama. Pekerjaan sekecil apa pun tetap tidak akan bisa selesai jika hanya didiamkan, ( exactly ... ). Mulai kerjakan meskipun sedikit, di situ aku rasakan kemajuan dalam hidup. Kemajuan yang secara kasat mata tak akan bisa dilihat orang, tapi hanya dapat aku rasakan sendiri. Semoga aku bisa menjadi orang berguna dengan tujuan hidup yang baik...

Punten, Geser Sakedik...

Kota Bandung mulai kehilangan keasriannya di pagi hari, polusi udara mulai menusuk hidung karena kendaraan yang mulai pabeulit, ada banyak motor, mobil pribadi, mobil angkot, sepeda dan becak, tak kalah juga terlihat anak-anak berseragam sekolah berlalu-lalang menyebrang ke sana ke mari, ditambah juga suara peluit yang ditiup polisi lalu lintas mencoba menertibkan angkot yang tiba-tiba menyalip, berhenti, menurunkan atau menaikkan penumpang di mana saja, berebut dan berlomba mencari setoran yang konon katanya dulu para penumpang yang berlomba-lomba mencari angkot supaya cepat sampai tujuan, tapi sekarang, para supir angkot yang sibuk mencari penumpang, “seueur anu nyicil motor ayeuna mah...” begitulah yang diungkapkan oleh seorang supir angkot sambil celingak-celinguk mencari penumpang. Di pagi itu agak berbeda, angkot bermuatan 12 orang di bagian belakang telah terisi dengan 10 orang penumpang, tetap masih berusaha mencari keuntungan, angkot kalapa-dago itu berhenti tepat di depan 2 o...

Waktu Tidak Akan Pernah Kembali

Tidak boleh ada kata menyesal, karena masih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kesempatan memang tidak akan datang dua kali, pertimbangkan kesempatan-kesempatan itu memang berguna atau tidak untuk ke depannya. Ketika kesempatan yang ditawarkan kepada kita berguna, maka ambillah meskipun beresiko. Sulit menghilangkan ketakutan, tapi penyesalan itu bisa jadi malah lebih besar dibanding ketakutan itu sendiri.

EMOSI DALAM DEMONSTRASI

Pergerakan mahasiswa masih terus berlanjut dan sepertinya tak akan pernah berhenti hingga seluruh tuntutan yang berpihak kepada rakyat terpenuhi. Tidak semua bersikap apatis terhadap demonstrasi yang sering dilakukan mahasiswa, masih ada pedagang dan kalangan lain yang respect dengan demonstrasi memberikan semangat dan doa kepada para mahasiswa yang hendak berdemonstrasi. Patut disayangkan, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa akhir-akhir ini banyak yang diwarnai dengan bentrokan dan kericuhan, demonstrasi pada akhirnya tak jauh berbeda dengan tawuran. Aspirasi yang menyuarakan hati rakyat tidak tersampaikan, malah fasilitas publik yang akhirnya rusak, bisa jadi hal tersebut menjadi pemicu ketidaksukaan masyarakat terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Miris rasanya melihat berita di televisi, yang rusak (entah dirusakan) tak hanya pagar atau tiang listrik, tapi mobil ambulance dan mungkin juga ada barang-barang lain. Betapa tidak, mengingat kondisi negara yang begitu ter...

PENCURIAN DI DALAM ANGKUTAN UMUM MASIH BANYAK TERJADI

Pencurian di dalam angkutan umum masih banyak terjadi, hati-hati kalau tiba-tiba ada orang mencurigakan yang berperilaku tidak wajar. Bandung, Kamis (18-03-2010), tiga orang penumpang mencurigakan menaiki sebuah angkutan umum secara tidak bersamaan, pertama-tama satu orang masuk dengan pakaian kaos oblong biasa dan menggunakan sandal jepit, orang ini kemudian duduk di bangku dekat si “incaran”, kenapa terasa janggal? Masih banyak bangku yang kosong, tapi dia malah sengaja duduk di tempat yang jelas-jelas posisi penumpangnya banyak, pura-pura tanya “jam berapa?” sambil memastikan incaran yang akan diambilnya. Beberapa meter kemudian dua orang penumpang masuk dengan pakaian kemeja rapi dan membawa tas punggung cukup besar, mereka duduk di bangku yang lain. Biasa mendengar dari orang-orang, pencurian di dalam angkutan umum terjadi dengan cara “pura-pura muntah”, kali ini yang terjadi penumpang itu pura-pura keram, kakinya diangkat dan pura-pura kejang, satu penumpang lainnya memijati kaki...