Pengalaman nabung di Bank CIMB Niaga Syariah

Hai Dear...

Kali ini mau cerita pengalaman nabung... aku orangnya seneng nabung, lebih tepatnya buka tabungan (ahaha *beda keleusss).  Coba cari beberapa bank sampai akhirnya lebih nyaman untuk jadi nasabah Niaga. Maklum kalau orang gajian kan penghasilan bulanannya segitu-gitu aja, dan sekarang bunga sama administrasi harus itung-itungan biar ga jadi minus.

Dan... akhirnya jatuhlah pilihan pada tabungan CIMB Niaga Syariah. Pertimbangannya adalah untuk tabungan ini tidak dikenakan administrasi bulanan dan rasanya cocok aja untuk yang tabungannya ngga terlalu besar. Meskipun tidak dikenakan administrasi bulanan tapi jangan salah lho... untuk tabungan ini nasabah tetap dikasih nisbah (bagi hasil). Lumayan kan... minimal tabungan yang tinggal sedikit ngga sampai menghilang ngga jelas tertelan biaya administrasi. Tapi kalau untuk yang bisnis-bisnis gitu sih katanya kurang fleksibel untuk transfer-transferan. Untuk aku pribadi sih... cukup karena penggunaannya untuk sehari-hari aja. Tabungan yang keluar masuk gitu, dan kalau mau nabung juga pakai cash deposite machine aja biar ga repot ngantri di teller.

Begitulah pengalaman aku teman-teman... see you...
Selengkapnya...

Mempergunakan Gaji (dengan bijak)

Hai Dear, lama ga nulis di blog, kali ini mau sharing tentang cara mempergunakan gaji biar gaji yang sudah kita dapet setiap bulan itu ga “terbuang” sia-sia. Sebenernya sering banget baca buku tentang keuangan-keuangan gitu, atau buku tentang investasi, ya, investasi praktek di skala kecil lha karena kalau investasi skala besar yang kayak pengusaha-pengusaha gedean gitu si sayah belum mampu apalagi dengan status orang gajian yang pendapatan tiap bulannya segitu-segitu aja atau malah bisa nambah dan bisa berkurang tergantung kebijakan kantor ngasih bonus. 
Untuk tulisan kali ini ga bermaksud menasihati cuma bermaksud ngajak praktek bersama, hehehe, karena liat orang-orang terdekat juga ternyata dengan penghasilan yang sama atau lebih gede tapi ketika dipergunakan dengan kurang baik jadinya habis entah kemana alias hanya digunakan untuk barang-barang konsumtif. 
Ya, jujur aja sih sebagai wanita (cieee… cieee… bahasanya) pasti seneng banget yang namanya belanja, atau awalnya sih ga niat belanja, tapi karena liat-liat dan tergoda terus ngeliat ada uang nganggur di dompet terjadilah belanja-belanji itu (ihihi… *curcol). 
Sekarang yang aku mulai praktekin dalam kehidupan sehari-hari setelah menerima uang gaji adalah… BELANJA… cihuy!! Teteup belanja ya… belanja sekarang meskipun sedikit belanjalah ke toko emas biarpun yang dibeli Cuma satu atau dua gram, atau belanja ke tempat yang nyediain pembelian emas cara kredit, karena paling 20%-30% yang dihabiskan untuk itu, tapi ga akan kerasa nanti ada hasilnya. Sebaiknya yang utama untuk amal, tapi itu urusan masing-masing lha ya, ihihi… dan tiap orang kan punya caranya sendiri-sendiri. 
Ya, kurang lebih begitulah, jadi sebelum belanja lain-lain dan untuk kehidupan sehari-hari ada baiknya disisihkan dulu untuk tabungan, ya kalau ga suka perhiasan bisa juga diganti dengan saving plan alias tabung paksa. 

SELAMAT MENCOBA!!! 

BYE BYE N SEE YOU!!!  Selengkapnya...

Review Wijaya Platinum Skincare

Mari, kita sharing lagi... Sebelumnya udah sharing tentang Vidiz Baniar , sebetulnya asyik-asyik aja sih perawatan di situ, tapi lokasinya jauh juga dari rumah, lama-lama berasa cape di jalan... hehehe akhirnya makin lama makin jarang ke sana dan mulai memutuskan untuk lepas. Hari ini hari ke-14 pakai produk dari Skincare lain, yup... 2 minggu yang lalu akhirnya aku mutusin untuk coba wijaya platinum skincare. Seperti biasa, yang awal dikhawatirkan itu adalah masalah keuangan, ya, takut laham, diluar budget. Tapi berhubung betul-betul serius banget pengen perawatan lagi setelah sekian lama, dan inget rekomend dari sepupu di Jakarta akhirnya aku memberanikan diri buat masuk ke sini, Wijaya Skincare di Jl. Karapitan. Awalnya hanya facial aja aku coba sekitar 2 kali, aku cukup nyaman sama facialnya, untuk harga termasuk cukup murah, mulai 95rb sampai 150rb aja tergantung jenisnya. Tapi karena ga tahan sama bruntus2 di daerah jidat, akhirnya coba konsul dokter deh. Hari itu aku ketemu sama Dr. Melvina, cantik,, hehe,, ya, secara di Skincare masa kulit dokternya ga mukus ya... Akhirnya kulit aku diperiksa, memang bruntus ini agak bandel kayanya ga mempan sama facial, akhirnya Dokter kasih aku beberapa produk buat dicoba, ada facial wash, toner, untuk malem ada krim malem 1, 2 dan 3,, yang krim malem tiga itu kaya cairan untuk ditotol keringin jerawat, untuk pagi cuma ada krim pagi 1 sama krim pagi 2,, untuk penampakan produknya bisa dilihat ya... 

produk Wijaya Skincare

Karena beli produk jadi ga ada biaya konsultasi dokter, adanya cuma biaya administrasi 15rb,, kalau konsul doang ga beli produk seinget aku kena biaya antara 50-75rb, dan total yang harus dibayar ga nyampe 400rb, ya,,, lumayan untuk produk sebanyak ini. Yang aku suka lagi dokternya ramah, ngobrolnya juga lumayan lama, ga terburu-buru jadi puas deh konsultasinya. Meskipun pernah sempet agak takut karena ada beberapa review yang aku baca ada yang ga cocok akhirnya merah-merah atau ada yang ngelupas-ngelupas, aku coba produknya, hmm... produknya bekerja dengan baik di muka aku, krim siangnya aku pakai dan sempet kena sinar matahari tapi... semuanya fine... Sejauh ini bruntusannya mulai rata, jerawat cepet kempes, kata temen kantor sih muka aku lebih fresh, ya kusamnya berkurang sepertinya, aku mau terusin pakainya semoga semakin lama semakin bagus. Amin. Oia, ini gambar membernya, kartu membernya biasa aja, tapi yang penting produknya nyaman dipakai, he he he 

kartu member Wijaya Skincare
Selengkapnya...

Review Vidiz Baniar Skin Care

Hai Cantik...

Kali ini pemilik blog mau sedikit sharing info tentang perawatan wajah di Skin Care... Sehubungan dengan aku dulunya korban iklan, akhirnya hampir semua produk yang menggoda dicoba... tapi sayang, reaksi kulit ga bersahabat, akhirnya kulit aku yang memang cenderung berminyak dan berjerawat ini jadi kusam, jerawat tetep nangkring, setiap bangun tidur rasanya kulit ga cerah dan pastinya merusak mood apalagi kalau lagi ngaca. Setelah cari-cari info kesana-kemari, aku yang baru masuk kerja dengan gaji awal yang standar mulai banding-banding skincare yang ga bikin kantong kempes, he... he... he... maklum lah,, bukannya ga mau cari yang mahal tapi apa daya...
Akhirnya dapet info dari adiknya temen kantor ku untuk ke skincare yang ada di daerah antapani, namanya Vidiz Baniar Skincare. Pasiennya lumayan banyak juga, akhirnya setelah awal konsultasi facial detox (katanya sih untuk menghilangkan zat-zat krim-krim kecantikan yang kemungkinan masih menumpuk di pori-pori kulit) karena sebelum pakai krim dari Vidiz ini wajahnya harus dibersihin dulu biar ga nyampur sama zat-zat dari krim-krim yang aku pakai sebelumnya.
Lanjutlah konsultasi ke dokter, konsultasinya ngga lama mungkin ga nyampe 5 menit.
Setelah facial dan ambil krim kecantikannya, maka bayarlah di kasir dan ta...da... waktu itu sekitar 265 ribu  aja itu pun sudah termasuk facial (tapi mungkin gimana kondisi wajah juga ya), waktu itu yang didapet itu ada:
  1. facial wash, hmm... yang ini aku suka, sabun bening dan wanginya macem-macem, ada wangi vanila, ada coklat... tapi untuk facial wash ini kalau sudah habis ga bisa request, tergantung dikasihnya aja, kata dokternya sih memang sengaja diganti-ganti supaya kulitnya ga manja dan ga ketergantungan sama suatu produk).
  2. toner
  3. krim acne
  4. krim malem
  5. krim pagi
Lumayan terjangkau harganya untuk dapet produk lengkap apalagi udah termasuk 1x facial, dan selama perawatan disini ada info juga yang aku dapet tentang alesan kenapa jerawat di mukaku datang dan pergi sesukanya, rupanya faktor makanan, jadi ada beberapa zat lemak yang ternyata kulit aku ga kuat nahan dan akhirnya lemak-lemak itu menjelma menjadi jerawat... huft... makanan-makanan itu diantaranya telur, daging ayam, dan susu... waktu itu memang aku lagi rajin-rajinnya konsumsi susu soalnya lagi berhasrat naikin berat badan biar ga terlalu ceking... badannya memang jadi lumayan berisi, tapi dibarengi jerawat yang nambah.
Akhirnya stop minum susu dan disarankan untuk minum vit C aja...

Mmm,,, back to Vidiz,,, untuk next facialnya murah meriah lho... banyak juga facial yang harganya under 100rb, ada facial acne, facial coklat dan lain-lain,,, soalnya lupa lagi jenis-jenis facialnya,,, hehehe... untuk temen-temen boleh dicoba kesitu...  Selengkapnya...

Pemilihan Nama Badan Hukum

Mungkin beberapa orang dari teman-teman yang sedang walking blog ini ada yang berminat menjadi pengusaha dan mendirikan perusahaan baik itu berupa PT mapun CV, sebagai pemilik perusahaan tentunya kita menginginkan nama yang bagus dan unik yang membawa kesuksesan perusahaan kedepannya. Untuk kali ini yang akan dibahas bukan masalah hoki atau tidak hoki suatu nama perusahaan ya, tapi mengenai hubungan nama perusahaan dengan bidang usahanya. 
Untuk pembuatan CV tidak ada aturan yang khusus mengenai penamaan, para pendiri bisa memilih nama yang disukai dan biasanya sudah pasti di accept, lain hal nya dengan penamaan PT, untuk memberikan nama PT, terlebih dahulu harus dilakukan pengecekan nama melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) karena nama PT tersebut hanya akan ada 1 di seluruh Indonesia, sehingga nama PT yang satu dengan PT lainnya tidak bisa mirip apalagi sama. Untuk nama PT itu sendiri harus berbahasa Indonesia dan memiliki arti misalnya PT. Bina Media Nusantara, PT. Kertas Jaya Mandiri, tidak bisa dengan kata aneh seperti PT. Xaxaya karena kata "Xaxaya" tidak memiliki arti menurut Bahasa Indonesia, biasanya akan ada jawaban dari Sisminbakum untuk mencari nama alternatif lain untuk Perusahaan tersebut.
Selain itu pemilihan nama Perusahaan juga harus mencerminkan bidang usahanya, misalnya saja PT. Indolistrik Pratama, maka maksud dan tujuan Perusahaan berhubungan dengan bidang listrik, atau PT. Karya Teknologi Bangsa, maka maksud dan tujuan Perusahaan berhubungan dengan bidang Teknologi.

Untuk pendirian CV biasanya tidak ada larangan untuk penamaan meskipun namanya bukan bahasa Indonesia, tetapi biasanya kedepannya akan mandeg ketika akan melakukan peningkatan CV ke PT, karena nantinya ketika akan melakukan peningkatan yang pertama kali dilakukan adalah pengecekan nama sehingga otomatis diperlukan nama yang baru sesuai aturan pemesanan nama PT.

Selengkapnya...

Cari Kerja

Akhirnya lulus jugaaaa...... pucca_love_13
Riwayat setahun yang lalu

Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, begitulah nyatanya apa yang aku inginkan terkabul.
Hmmmhhhh... Pengen jadi HRD Ceritanya,,, koran Sabtu ga kelewat aku beli, kutandai tiap lowongan yang ada "HRD" nya. Ya, meskipun aku tahu dari banyak orang kalau zaman sekarang ini cari kerja ngga gampang, katanya.

iya juga lama-lama memang kerasa susahnya sampai berlalu satu bulan pertama tanpa hasil, bulan kedua juga tanpa hasil, bulan ketiga juga tanpa hasil, capek juga,, ada hasil paling banter juga sampai tahap interview. pucca_love_16Ya, maklum aku bukan orang yang banyak koneksi dan juga bukan orang bermodal gede yang bisa bikin usaha gede sekejap mata.

Ngga boleh nyerah, meskipun Dewi Fortuna belum berpihak padaku, tapi kerja keras pasti bisa mengalahkan Dewi Fortuna, ahaha, menghibur diri sendiri. Sampai pada suatu ketika sampailah aku di penghujung pencarian, #halagh
Sebuah perusahaan tekstil yang letaknya jauh dari rumah akhirnya mengundangku untuk interview,,, wow,,, baru undangan interview aja dan ternyata ada empat orang yang diundang disana termasuk aku. Setelah bercakap-cakap akhirnya aku salah seorang yang tidak berpengalaman, hmmm,, tapi entah kriteria seperti apa yang dibutuhkan perusahaan???
"Pokoknya aku berharap banget bisa keterima disitu, mau sejauh apa juga aku mau belajar di situ, mau... mau... mau..." :woooh: aku merajuk pada sang pacar, dong!dong!dong! bodohnya emang itu perusahaan punya si pacar, atau si pacar itu anak komisaris...

Tunggu 1-2 minggu kalau ngga ada panggilan, kemungkinan besar aku ngga keterima... ya, begitulah biasanya...
Tapi surprise sungguh ternyata di minggu kedua telfonku berdering lagi, panggilan kerja, Oh, God Kau baik sekali udah ngasih yang aku mau...
Mulai belajar, belajar, belajar, partner yang asyik dan suasana yang kekeluargaan membuatku nyaman di situ meskipun aku tahu kondisi kerja yang sangat tidak sehat, abu batu bara, air yang ngga jernih, ngga ada AC,, ngga enak banget deh pokoknya, tapi untuk kali ini memang aku ngga terlalu peduli, yang aku tahu aku mau belajar, belajar, belajar...

RUUAAARRRRRR BIASAAAAA....
Aku benar-benar banyak belajar.....:astig:
Selengkapnya...

Kisah Bapak-bapak Bertopi...

Kisah hari ini tentang bapak-bapak bertopi yang ketemu aku berkali-kali,,

Satu...
Bapak-bapak bertopi itu menahanku yang sedang berjalan keluar tak jauh dari rumah di daerah Dago, "neng, mau tanya kalau jalan ke Cimahi itu kemana ya?"
"Ya, jauh, Pak, lumayan." jawabku.
"Oh, gitu, saya mau mau pulang, neng, kebetulan uang saya cuma tinggal 1000, bisa minta tolong tambahin untuk angkot?" pintanya memelas.
Dengan rasa iba akhirnya aku berikan uang untuk ongkosnya...

Dua...
Bapak-bapak bertopi itu menahanku yang sedang berjalan keluar tak jauh dari rumah, "neng, mau tanya kalau jalan ke Lembang itu kemana ya?"
aku tunjukan arahnya, "masih ke atas lagi, Pak..."
"Masih jauh engga?" tanyanya lagi.
"Lumayan, Pak..."
"Oh, gitu, saya mau ke Lembang, neng, kebetulan uang saya cuma tinggal 1000, bisa minta tolong tambahin untuk angkot?" pintanya memelas.
Dengan rasa iba akhirnya aku berikan uang untuk ongkosnya...
setelah beberapa langkah,, itu bapak-bapak yang pakai topi waktu itu bukan ya? aku bingung sendiri, kayaknya bukan deh, bapak-bapak yang waktu itu kan ke Cimahi bukan ke Lembang...

Tiga...
Bapak-bapak bertopi itu menahanku yang sedang berjalan keluar tak jauh dari rumah, "neng, mau tanya kalau jalan ke Bogor itu kemana ya?"
Nah, loh ni Bapak-bapak nyasar atau gimana sih, ngga salah apa mau ke Bogor mampir ke Dago dulu, kurang jauh nyasarnya.
Dengan segera aku pergi, "maaf Pak, lagi buru-buru,"

selanjutnya aku lihat Bapak-bapak bertopi itu sedang berjalan ke daerah dago atas dan di waktu lainnya aku lihat Bapak-bapak itu berjalan di daerah gegerkalong. Oh, mungkin itulah yang dia kerjakan untuk mencari uang...
:yawn:
Selengkapnya...

Terimakasih atas kunjungannya, mohon maaf bila masih terdapat kekurangan di dalam blog ini. Silakan berikan saran, kritik dan komentar untuk perbaikan.